Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pembangkitan Ilmu Besi Kursani Minang

Pembangkitan Ilmu Besi Kursani Minang

Pembangkitan Ilmu Besi Kursani Minang - Besi Kursani atau besi kersani adalah istilah yang sering digunakan dalam mantera pendekar silat dan penganut ilmu batin di kawasan Nusantara, terutama dalam budaya Melayu.

Selain Melayu, ilmu besi kursani juga dikenal di sebagian wilayah Malaysia dan Nusa Tenggara Timur yang dibuktikan dengan banyaknya literatur ilmu besi kursani dalam bahasa daerahnya masing-masing.

Meskipun ada banyak versi dari besi kursani, dalam tulisan ini kami akan lebih memfokuskan diri pada ilmu besi kursani dari tanah Minang karena selain lebih banyak peminatnya juga lebih mudah dipraktekkan.


Di dalam bahasa Minangkabau, besi kursani disebut sebagai basi karasani. Istilah kuraisani (bahasa Melayu lama untuk kersani) ini juga terdapat di dalam Naskah Melayu tua yang ditemukan di Tanjung Tanah Kabupaten Kerinci, yang berisi tentang undang-undang dari Raja Adityawarman untuk daerah tersebut.

Asal Usul


Jika melihat dari bahasanya, besi kersani (besi kursani, qursani, khurasani, atau khursani) mungkin berasal dari kata khurasan atau khorasan, suatu kawasan yang meliputi bagian dari Iran, Afganistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

Kawasan-kawasan tersebut dahulunya adalah daerah penghasil pedang dengan kualitas besi yang sangat bagus dan kuat. Kekuatan besi inilah yang kemudian diibaratkan menjadi kekuatan batin di dalam tubuh para pengamal ilmu batin.

Peran


Besi kursani di daerah Khurasan ini terkenal karena keras dan kuat, oleh sebab itu di dalam mantera perlu membayangkan bangkitnya kekuatan itu untuk digunakan dalam melawan musuh. Dengan demikian para pengamalnya akan mudah dalam mengalahkan semua musuh.

Dalam kajian ilmu batin Minangkabau, besi kursani ini terkandung di dalam tubuh dan perlu dibangkitkan jika ingin menghadapi musuh. Besi kursani ini bangkit ditandai dengan mendenging di telinga.

Pada masa dahulunya, para pandeka (pendekar) di Minangkabau dan juga di daerah lain di Nusantara umumnya memiliki amalan ini untuk menghadapi musuh.

Legenda Besi Kersani


Kisah besi kursani di dalam tubuh manusia menurut kajian ilmu batin di Minangkabau adalah sebagai berikut:

Pada awalnya manusia (Adam) dibuat dari unsur api, angin (udara), air dan tanah. Unsur api menjadi darah, unsur angin menjadi urat, unsur air menjadi tulang dan tanah menjadi daging. Kemudian unsur tersebut dicampur dan dibentuk sebuah patung dan diberi ruh, maka hiduplah patung tersebut dan memiliki nyawa.

Lalu untuk membuat Adam kokoh dan kuat, diambillah sedikit tiang arasy yang bernama basi karasani yang ditancapkan dari ubun-ubun sampai ke tulang ekor. Basi kursani ini menyatu bersama tulang punggung pada manusia.

Ketika basi karasani ini ditancapkan kepada manusia, Adam berkeringat dan keringat inilah yang berubah menjadi sekalian jenis besi di muka bumi. Jadi dapat dikatakan bahwa besi yang ada di bumi takluk kepada basi karasani.

Besi yang ada di muka bumi bisa menjadi lunak, jika kekuatan basi karasani itu dibangkitkan oleh pengamalnya. Kisah besi kersani mungkin memiliki bermacam versi, tergantung siapa guru dan daerahnya di kawasan Nusantara lainnya.

Manfaat Belajar Ilmu Besi Kursani


Ilmu besi kursani adalah salah satu ilmu kanuragan atau olah tubuh yang fokus pada kekebalan dari segala jenis serangan senjata baik berupa pedang, pisau, tombak, keris, gada, pistol, dan semua jenis senjata lainnya yang mengandung logam besi.

Para pemilik ilmu bersi kursani akan dapat menangkal segala serangan tersebut jika diarahkan atau ditujukan langsung ke tubuhnya. Itulah sebabnya ilmu ini banyak dikuasai oleh para pendekar pada zaman dahulu.

Sangat banyak cara menguasai ilmu kebal besi kursani, dari ritual yang sangat mudah atau instan hingga yang berat dan memakai ubo rampe secara lengkap. Meski demikian, ilmu kekebalan yang didapat tidaklah bisa digunakan seenaknya atau untuk kejahatan.

Ilmu kekebalan dari besi kursani hanya dapat digunakan dalam jalan kebenaran, untuk membela yang lemah, dan memerangi orang yang dzalim. Jika digunakan untuk kejahatan maka ilmu ini akan punah seketika.

Cara Membangkitan Inti Besi Kursani


Untuk pembangkitan ilmu besi kursani Minang ada tata cara khusus dan doa yang dipanjatkan kepada Tuhan. Adapun untuk versi Islami dikenal syahadat besi kursani sebagai berikut:

Bismila baka billah,
bismillah kuasa Allah,
buluku asal dari bosi tersani,
kulitku asa dari kalin.
Laa ilaha illa Allah
darahku timah tulangku bosi,
dagingku bosi tersani,
uratku seperti kawat tulangku seperti bosi.
Isikku pidal seperti bumi kulitku tebal seperti belulang,
kekuatanku seperti Sayyidina Ali.

Untuk menguasai ilmu besi kursani, terlebih dahulu lakukan mandi besar atau mandi junub. Kemudian lakukan sholat hajat 2 raka'at dan bacalah mantra di atas sebanyak 1000x tanpa putus. Setelah itu puasa selama 3 hari berturut-turut. Selama berpuasa, mantra ilmu besi kursani harus dibaca lagi setiap selesai sholat Subuh.

Atas izin Allah SWT pada hari ke-4 anda sudah bisa menguasai ilmu besi kursani Minang. Ilmu ini murni untuk perlindungan saat terdesan dan terancam bahaya, jadi tidak dapat dites dengan sengaja. Untuk menggunakannya, bacalah mantra ilmu besi kursani di atas setiap anda hendak berangkat berperang insya Allah akan terlindungan dari serangan senjata.

Kelemahan ilmu besi kursani, tidak akan mempan terhadap musuh yang menggunakan senjata selain yang terbuat dari besi. Misalnya memakai senjata kayu, kuningan sari, tembaga, perak, atau bahkan emas.

Demikianlah tulisan kami mengenai pembangkitan ilmu besi kursani Minang. Semoga ilmu yang tak seberapa ini bisa menjadi manfaat dan membuka wawasan anda akan khazanah budaya dan keilmuan leluhur serta para pendahulu. Amin Ya Rabb.

Berlangganan