Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lengkap! Manfaat Kopi Menurut Islam

Manfaat Kopi Menurut Islam Lengkap

Kopi termasuk salah satu minuman tertua di dunia yang sudah dikonsumsi sejak ribuan tahun lalu. Dalam dunia Islam, kopi sudah lama dikonsumsi oleh kaum sufi karena dapat membuatnya tetap terjaga. Inilah manfaat kopi dalam Islam yang perlu anda tahu.

Beberapa orang punya kebiasaan minum secangkir kopi setiap pagi. Minum secangkir kopi diyakini membuat tubuh lebih segar dan tetap semangat menjalani hari. Para ahli kesehatan telah membuktikan bahwa minum kopi ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Dalam secangkir kopi diketahui terdapat sejumlah zat penting bagi tubuh seperti antioksidan dan mineral. Diantaranya adalah riboflavin, asam pantotenat, mangan, kalium, magnesium, dan niasin.

Islam memiliki pandangan tersendiri mengenai kopi mulai dari sejarahnya hingga khasiatnya. Kopi memang memiliki banyak manfaat. Tak hanya rasanya saja yang nikmat, minuman dengan aroma khas ini juga memiliki manfaat yang cukup banyak.

filosofi kopi islam


Sejarah Kopi dalam Islam

Dilansir dari berbagai sumber, sejarah kopi konon berawal dari ditemukannya buah merah oleh seorang penggembala domba di Etiopia. Kala itu hewan-hewan piaraannya tiba-tiba menunjukkan tabiat aneh yaitu seolah merasa senang dan gembira.

Penasaran akan hal itu, ia pun mencoba memakan buah merah tersebut. Seketika itu tubuhnya pun juga merasakan hal yang sama. Yakni muncul sensasi euforia atau perasaan gembira yang menenangkan.

Bijinya yang tak dapat dikonsumsi secara langsung lalu dikumpulkan dan dibakar hingga gosong. Tak dinyana, biji yang gosong menghitam itu justru memunculkan aroma khas yang sangat nikmat. Setelah digiling dengan batu, abu kopi itu dicampur air dan terciptalah minuman kopi yang kita kenal hingga hari ini.

Dikutip dari kitab "Fakhrul Mawalim Fi Manaqib Syeikh Abi Bakar bin Salim" hal. 119-121 karya Sayyid Mustafa bin Idrus Al-Khirid, sejarah kopi dalam Islam dimulai dari Yaman tepatnya wilayah Mocha.

Kopi atau yang disebut qahwah pertama kali dibawa ke jazirah Arab oleh Syeikh Kabir Ali bin Umar Asy-Syadzili. Kala itu, para Sufi dan Ulama sangat menggemari kopi karena dapat memberikan semangat mereka dalam menimba ilmu dan beribadah malam.

Sayyidil A'dzam Imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas (Guru Futuh Imam Ali Shohibul Maulid) biasa meminum kopi seusai melaksanakan Qiyamul Lail, sebelumnya beliau akan membaca Fatihah sebanyak tiga kali.

Pertama khusus dihadiahkan untuk Sayyidina Faqih Muqaddam, kedua untuk Syeikh Ali bin Umar As-Syadzili selaku penemu kopi dan maha gurunya, Quthub Akbar Imam Abu Hasan Asy-Syadzili Al-Hasani, ketiga untuk semua kaum Muslimin.

Demikian pula Sayyidina Syeikh Abu Bakar bin Salim, beliau amat menyenangi kopi dan terbiasa duduk dari fajar hingga menjelang Dzuhur dengan suguhan kopi di depannya. Beliau juga banyak menyarankan orang untuk meminum kopi dengan niat menyegarkan stamina tubuh kala beribadah kepada Allah.

Penyebaran kopi dimulai bersamaan dengan penyebaran Islam, terutama di Mekkah dan Madinah. Ibnu Sina bahkan diketahui telah meneliti zat-zat yang terkandung dalam kopi. Buku yang ditulisnya merupakan dokumen pertama yang diketahui membedah kopi dari segi ilmu kedokteran dan kesehatan.

Sejarah Kopi Dalam Islam


Manfaat Kopi Dalam Islam

Ternyata Rosulullah juga menganjurkan umatnya untuk minum kopi. Itu karena kopi memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam. Hal tersebut pernah disampaikan oleh seorang Habib yang bertemu Nabi Muhammad SAW.

Habib tersebut bernama as-Sayyid Ahmad bin Ali Bahr al-Qadimi yang menanyakan kepada Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, aku ingin mendengar hadits darimu tanpa perantara,".

Kemudian Nabi Muhammad SAW pun memberikan tiga hadits sekaligus, yaitu:

"Selama bau biji kopi ini masih tercium aromanya di mulut seseorang, maka selama itu pula malaikat akan beristighfar (memintakan ampun) untuknya,"

"Barangsiapa yang menyimpan tasbih untuk digunakan berdzikir, maka Allah SWT akan mencatatnya sebagai orang yang banyak berdzikir, baik ia gunakan tasbihnya atau tidak,".

"Barangsiapa yang duduk bersama waliyullah yang hidup atau yang sudah wafat maka pahalanya sama saja dengan ia menyembah Allah SWT di seluruh penjuru bumi,".

Dalam riwayat para salafunas shalih disebutkan bahwa, " Kopi itu begitu dicintai oleh para para wali Allah. Sebagaimana salah satu sahabat dikisahkan selalu menyiapkan kopi sampai satu termos. Beliau meminumnya mulai tengah malam, untuk menjaga tahajud sampai waktu isyrag habis,".

Hal tersebut diceritakan oleh Pimpinan Majelis Ahbaabul Musthofa, Probolinggo, Jawa Timur, Habib Hasan bin Ismail Al-Muhdhor, dikutip dari channel YouTube Ahbaabul Musthofa Channel.

Khasiat tentang kopi sudah diteliti sejak dulu. Pada abad ke-10 Ilmuwan Ibnu Sina membahas tentang efek kopi dalam perspektif medis melalui karyanya berjudul al-Qanun fi al-Tibb.

Dalam karyanya tersebut ia menceritakan tentang sejarah kopi, jenis-jenis kopi hingga khasiat kopi untuk kesehatan tubuh. Ibnu Sina menyebut bahwa khasiat tersebut adalah mempertahankan kesehatan tubuh.

Selain itu juga dapat membuat kulit menjadi bersih dan mengurangi kelembaban kulit. Bukan hanya rasanya saja, aroma kopi juga memiliki khasiat, yaitu sebagai stimulus kesehatan tubuh dan pikiran.

Bukan hanya kaum Sufi saja, para jemaah haji juga turut andil dalam memopulerkan kopi ke seluruh dunia. Menurut Abdul Qadir al-Jaziri, yang menulis Umdat Al-Safwa pada 1587, mengungkap penyebaran kopi di dunia Islam.

Ia menyebut bahwa kopi sampai di Makkah pada abad ke-15. Sejak saat itulah banyak bermunculan kedai-kedai kopi dan selalu ramai setiap musim haji. Pengunjung tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi dari negara lainnya.

Manfaat kopi dalam Islam ini ada pada kedai-kedai kopi tersebut. Menurut Abdul Qadir al-Jaziri, kedai kopi bermanfaat sebagai tempat pertemuan publik. Di sana orang-orang bisa bertemu, mengobrol, dan bertukar pikiran.

Maka tak heran kedai kopi sangat menarik minat kaum Muslim, kalangan cendekiawan dan penulis. Meski sebelumnya kedai kopi dituduh sebagai kelompok yang ingin menghasut tatanan politik masyarakat.

Khasiat Kopi Dalam Islam


Doa Minum Kopi ala Rasulullah

Nabi Muhammad SAW ternyata juga menggemari kopi. Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa Rasulullah juga memberikan doa khusus untuk umatnya sebelum meminum kopi. 

Dilansir dari Alif.id, dalam konteks tasawuf minuman kopi memiliki nilai tersendiri. Disebutkan bahwa seorang Sufi bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, saya suka minum kopi," ujarnya.

Saat itu, Nabi Muhammad SAW tidak menjawab apa hukumnya. Nabi Muhammad SAW justru memberikan doa sebelum minum kopi sebagai berikut:

للهم اجعلها نورا لبصري وعافية لبدني وشفاء لقلبي ودواء لكل داء يا قوي يا متين ثم يتلو البسملة.

Artinya:

"Ya Allah, jadikanlah kopi yang aku teguk sebagai cahaya bagi penglihatanku, kesehatan bagi badanku, penawar hatiku, obat bagi segala penyakit, wahai dzat yang Maha Kuat dan Maha Teguh."

Nabi Muhammad SAW melanjutkan sabdanya yang berbunyi, "Malaikat akan terus meminta ampunan untukmu selama rasa kopi masih menempel di mulutmu,".

Dalam sejarahnya, ada sebagian ulama yang mengharamkan kopi. Pada abad ke-16, seorang ulama bernama Muhammad bin Mahmud al Zaini al Husaini menyusun sebuah risalah tentang dampak buruk minum kopi pada tubuh.

Tapi larangan minum kopi ini sebenarnya merujuk pada konsumsi kopi secara berlebihan yang menjadi perhatian para ulama dan ahli kesehatan. Saat itu wasir dan sakit kepala dianggap sebagai penyakit yang disebabkan kebanyakan minum kopi.

Minum kopi secara berlebihan juga dilaporkan dapat menurunkan nafsu makan, bahkan diketahui dapat menurunkan gairah seksual. Padahal jika dikonsumsi secara bijak, kopi justru memberikan berbagai manfaat kesehatan.

Sebenarnya, apapun yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan efek negatif. Sehingga makanan dan minuman yang awalnya bersifat halal bisa menjadi haram karenanya.

Hadits Shahih Doa Minum Kopi


Waktu Terbaik Minum Kopi

Para ahli menyarankan waktu terbaik untuk minum kopi disesuaikan dengam ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah jam biologis yang mengatur kapan saat tidur, makan, sampai mengendalikan hormon stres (kortisol). Waktu terbaik minum kopi di pagi hari adalah ketika Anda baru bangun tidur di pagi hari.

Tak hanya mempertimbangkan waktu terbaik minum kopi di pagi hari, pastikan Anda tidak minum kopi lebih dari empat cangkir per hari. Selain itu, hindari tambahan gula, sirup, pemanis buatan, krim kocok, atau susu berlemak jenuh saat minum kopi.

Sluurp...! Sudahkah anda minum kopi hari ini? 

Berlangganan