Misteri Gunung Gede Pangrango

Misteri Gunung Gede Pangrango
Cerita Mistis Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede adalah sebuah gunung api yang berada di wilayah kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Dibalik keindahannya ternyata gunung ini menyimpan misteri. Berikut adalah Misteri Gunung Gede Pangrango yang harus anda tahu.

Gunung Gede memiliki keindahan alam yang khas dan menarik. Karena keindahannya, Gunung Gede maupun kawasan Taman Nasional Gede Pangrango berhasil menarik banyak wisatawan lokal dan mancanegara. Ada beberapa objek wisata menarik di Gunung Gede sebut saja Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, pemandian air panas, Kandang Batu dan Kandang Badak, Alun-alun Surya Kencana, serta tak lupa Puncak dan Kawah Gunung Gede itu sendiri.

Untuk pendakian Gunung Gede diketahui memiliki beberapa jalur seperti jalur pendakian Gunung Gede via Cibodas, jalur pendakian Gunung Gede via Gunung Putri, dan jalur pendakian Gunung Gede via Selabintana Sukabumi. Di luar jalur-jalur tersebut dianggap sebagai jalur ilegal Gunung Gede dan sebaiknya jangan dipilih meskipun anda adalah pendaki berpengalaman.

Pendakian ke Gunung Gede melalui Cibodas lebih banyak diminati para pendaki karena jalannya relatif aman dan tidak terlalu landai. Sedangkan jalur pendakian Gunung Gede via Putri hanya jadi alternatif bagi mereka yang ingin mempersingkat waktu perjalanan. Untuk pendakian ke Gunung Gede melalui Selabintana tidak disarankan untuk pemula karena jalurnya relatif panjang dan medannya menantang.

Di setiap keindahan alam tentu memiliki sisi gelap yang mencekam, tak terkecuali di kawasan Gunung Gede Pangrango. Gunung Gede sudah sejak lama diketahui memiliki aura mistis yang kuat, terutama bagi mereka yang bisa melihat atau memiliki kepekaan batin. Banyak sekali cerita mistis yang mengiringi setiap jalur pendakian di Gunung Gede.

Diantaranya adalah sebuah pengalaman horor pendaki gunung yang mendengar suara derap langkah kaki kuda tapi tidak terlihat wujudnya saat berada di kawasan alun-alun Surya Kencana. Konon, jika mendengar langkah kaki kuda artinya Pangeran Surya Kencana sedang mendatangi alun-alun dengan dikawal oleh para prajurit berkuda.

Alun-alun Surya Kencana adalah sebuah dataran seluas 50 hektar yang tertutupi oleh hamparan bunga edelweiss yang sangat cantik. Sedangkan Surya Kencana sendiri adalah nama dari seorang putra Pangeran Aria Wiratanudatar (disebut-sebut sebagai pendiri kota Cianjur) yang beristrikan seorang putri dari kalangan makhluk halus.

Dalam kacamata supranatural, kawasan Gunung Gede merupakan tempat bersemayamnya Pangeran Surya Kencana dan kerajaan jin. Petilasan singgasana Pangeran Surya Kencana bisa dilihat berupa sebuah batu besar berbentuk pelana.

Hingga kini petilasan tersebut masih berada di tengah alun-alun dan disebut Batu Dongdang yang konon dijaga oleh Embah Layang Gading. Sumber air yang berada di tengah alun-alun konon dahulunya merupakan jamban untuk keperluan minum dan mandi.

Di dalam hutan yang mengelilingi alun-alun Surya Kencana ada sebuah makam kuno tempat bersemayamnya Prabu Siliwangi. Dahulu saat Prabu Siliwangi berperang melawan Majapahit, beliau juga harus berperang melawan Kesultanan Banten. Setelah menderita kekalahan, Prabu Siliwangi melarikan diri bersama para pengikutnya ke Gunung Gede.

Di sekitar gunung Pangrango banyak terdapat tempat-tempat keramat yang dianggap sakral oleh sebagian orang seperti petilasan Pangeran Suryakencana dan kawah Gunung Gede. Semua tempat tersebut konon dijaga oleh para penjaga gaib Pangeran Surya Kencana.

Kawah Gunung Gede konon dijaga oleh Embah Kalijaga. Sebelum lokasi air terjun panas yang menuju ke arah puncak ada 2 batu besar yang disebut Lawang Seketeng dan dijaga oleh Embah Serah. Di sebelah utara puncak Gunung Gede ada Gunung Sela yang dijaga Eyang Jayakusumah. Dalam kawasan Kebun Raya Cibodas juga terdapat petilasan atau makam dari Eyang Haji Mintarasa.

Bahkan di halaman parkir kendaraan wisatawan di kawasan cibodas terdapat 2 batu yang dijaga oleh Eyang Jayarahmatan dan Embah Kadok. Batu tersebut pernah coba dihancurkan untuk keperluan revitalisasi, namun mesin bor tidak dapat menghancurkannya.

Dalam cerita rakyat disebutkan bahwa Pangeran Surya Kencana menyimpan semua hartanya dalam sebuah gua tersembunyi yang berada di sekitar air terjun Cibeureum. Gua tersebut dijaga oleh Embah Dalem Cikundul. Sampai saat ini gua tersebut belum pernah ditemukan.

Tepat di tengah-tengah air terjun Cibeureum ada sebuah batu besar yang konon adalah perwujudan dari seorang pertapa sakti yang moksa karena bertapa sangat lama dan tekun sehingga berubah wujud menjadi batu.

Jika anda berniat ingin pergi atau mendaki ke Gunung Gede, ada baiknya mengetahui pantangan di Gunung Gede Pangrango. Sebenarnya untuk peraturan di Gunung Gede hampir tidak ada bedanya dengan di gunung-gunung lainnya. Kita harus tetap berlaku sopan, tidak mengambil/memetik apapun selama berada di gunung, dan menjaga setiap pikiran dan perkataan.

Baca juga: Cerita Mistis Pendaki Gunung Gede

Sedangkan untuk larangan di Gunung Gede ada beberapa yang perlu anda ketahui. Dikutip dari berbagai sumber, ada larangan untuk tidak berkata atau menuliskan 'in memoriam' di area puncak Gunung Gede. Sudah banyak kejadian dari para pendeki yang nekat atau tidak tahu dan mengucapkan kata tersebut yang kemudian tersesat dan menghilang di kawasan Gunung Gede Pangrango.

Yang berikutnya adalah larangan memakai atribut bersimbolkan kerajaan atau inisial 'SK'. Meskipun masih tidak diketahui kebenarannya, banyak pendaki yang memang menghindari memakai simbol-simbol tersebut sekedar untuk berjaga-jaga.

Demikianlah tulisan kami mengenai Misteri Gunung Gede Pangrango. Anda boleh saja percaya atau tidak dengan segala aroma mistis atau cerita misteri tentang Gunung Gede. Tapi ada baiknya tetap menjaga etika dan kesopanan selama kita berada di gunung. Salam rahayu.